Storify Feed Feedburner Facebook Twitter Flickr Youtube

ROS Lboard

Korupsi di Malaysia canggih, kata Anwar

 | January 31, 2012

Ketidak kelihatan korupsi itu kerana Malaysia bekas jajahan Inggeris.

JAKARTA: Ketua pembangkang Datuk Seri Anwar Ibrahim mendakwa korupsi di Malaysia lebih canggih tetapi tidak kelihatan.

Beliau membandingkan dengan Indonesia yang menurutnya berlaku secara terang-terangan.

“(Di Malaysia) tahap korupsi itu tinggi tapi tidak kelihatan, itu hebatnya kita,” kata pemimpin pembangkang itu  Malaysia itu dalam pidato kebudayaan dengan tema ‘Kepemimpinan dalam Dinamika Perubahan Ekonomi Politik’ di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, semalam.

Menurut Anwar, ketidak kelihatan korupsi itu kerana Malaysia bekas jajahan Inggeris.

“Inggeris ini tahapnya hebat,” tambah Anwar seperti dilapur detiknews.com.

Di Indonesia, kata beliau korupsi dipengaruhi oleh penjajahnya  Belanda.

Belanda dikenal sebagai negara yang keras sehingga  korupsi Indonesia tidak lagi terlihat seperti di Malaysia.

‘Atas meja, bawah meja’

“(Di Indonesia) di atas meja di bawah meja jalan,” ujar Anwar yang menyebabkan hadirin tertawa.

Anwar mendakwa, cara korupsi di Indonesia itu tidak dapat diterapkan di Malaysia.

“Sebab, hal itu akan dianggap sesuatu yang curang, tidak beradab, serta dianggap pengkhianatan.

“Tapi kalau disimpan masuk ke akaun di London atau di Switzeland itu ada kecanggihan caranya,” kata beliau.

Anwar bagaimanapun, menegaskan korupsi sangat tidak bermoral.

Menurutnya, mengkritik pemerintah bukan lagi sesuatu yang cukup dalam membanteras  korupsi, melainkan ketegasan pemimpinlah yang menentukan.

“Maka kita ambil keputusan, kita menentukan bahawa pemimpin itu harus lebih tegas,” tambah Anwar.


Comments

Readers are required to have a valid Facebook account to comment on this story. We welcome your opinions to allow a healthy debate. We want our readers to be responsible while commenting and to consider how their views could be received by others. Please be polite and do not use swear words or crude or sexual language or defamatory words. FMT also holds the right to remove comments that violate the letter or spirit of the general commenting rules.

The views expressed in the contents are those of our users and do not necessarily reflect the views of FMT.

Comments