Storify Feed Feedburner Facebook Twitter Flickr Youtube Vimeo

ROS Lboard

Petronas hentikan subsidi minyak di Medan

 | June 6, 2012

Empat stesen yang ada di kota tersebut sudah tidak menjual produk bernama Prima 88 itu sejak 1 Mei lalu.

MEDAN: PT Petronas Niaga Indonesia syarikat milik Petronas telah menghentikan subsidi minyak di Medan, Sumatera Utara.

Empat stesen minyak Petronas yang ada di kota tersebut sudah tidak menjual produk bernama Prima 88 itu sejak 1 Mei lalu, lapor  Detik.com.

Eksekutif Operasi Runcit PT Petronas Niaga Indonesia di Medan, Ocfianto Hutabarat, bagaimanapun tidak bersedia memberi alasan tidak dijualnya minyak bersubsidi tersebut.

“Itu keputusan pejabat pusat. Keputusan  itu sejak 1 Mei lalu. Kita menjalankan saja,” kata Hutabarat kepada wartawan di Medan, hari ini.

Menurut Hutabarat, pihaknya tidak boleh banyak mengulas melainkan pejabat pusat di Jakarta.

“Silakan bertanya ke sana saja,” saran Hutabarat.

Prima 88

Di Sumatera Utara, Petronas memiliki empat stesen yang seluruhnya menyalurkan minyak bersubsidi dengan nama produk Prima 88 berharga Rp 4.500  seliter.

Secara keseluruhan rata-rata penyaluran sehari sekitar 56 kiloliter (kl).

Stesen  Petronas Jalan Katamso menyalurkan 18 kl,  Jl. Imam Bonjol, Polonia, sebanyak 14 kl, Jalan Gagak Hitam, sebanyak 14 kl dan Jalan Pattimura sebanyak 10 kl.

Kerana  tidak menjual produk Prima 88, untuk BBM, Petronas hanya menyediakan Primax 92. Bensin dengan oktan 92 yang setara dengan Pertamax keluaran Pertamina itu dijual  dengan harga Rp 10.200 seiter.

Petronas merupakan salah satu dari empat syarikat  yang dilantik untuk menyalurkan minyak  bersubsidi di Indonesia oleh pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Tiga yang lain ialah  PT Pertamina (Persero), PT Aneka Kimia Raya Corporindo, Tbk dan PT Surya Parna Niaga.

Petronas yang tahun 2012 ini ditugaskan menyalurkan minyak bersubsidi jenis bensin sebanyak 22, 000  kiloliter untuk Sumatera Utara.


Comments

Readers are required to have a valid Facebook account to comment on this story. We welcome your opinions to allow a healthy debate. We want our readers to be responsible while commenting and to consider how their views could be received by others. Please be polite and do not use swear words or crude or sexual language or defamatory words. FMT also holds the right to remove comments that violate the letter or spirit of the general commenting rules.

The views expressed in the contents are those of our users and do not necessarily reflect the views of FMT.

Comments