#WhatsappDown jadi trending selepas rusuhan di Jakarta

Pemerintah Indonesia bertindak membataskan akses WhatsApp bagi mengawal penyebaran info hasutan dan maklumat palsu berkaitan rusuhan bantah keputusan pilihan raya presiden di Jakarta.

JAKARTA: Pemerintah Indonesia bertindak membataskan akses aplikasi WhatsApp bagi mengawal penyebaran info hasutan dan maklumat palsu berkaitan kejadian rusuhan dan demonstrasi, pasca keputusan pilihan raya presiden 2019.

“#WhatsappDown’ di aplikasi Twitter menjadi trending di Indonesia sejak semalam, ketika ramai pengguna aplikasi WhatsApp menghadapi kesukaran untuk menerima atau menghantar mesej, video atau gambar.

“Saya mohon maaf, tapi ini sekali lagi sementara dan bertahap (dalam tempoh masa tertentu yang tidak dinyatakan),” kata Menteri Menteri Komunikasi dan Informasi Indonesia, Rudiantara yang dipetik dari laporan agensi berita Antara.

Pembatasan yang akan dilakukan sehingga 25 Mei setakat ini itu adalah mengikut Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), bagi mencegah beredarnya maklumat atau info berkaitan kebencian, dan palsu.

Selain aplikasi WhatsApp, pengguna Facebook dan Instagram juga menghadapi masalah yang sama sejak semalam.

Lebih 130 juta rakyat Indonesia menggunakan aplikasi WhatsApp, Facebook dan Instagram.