
Ketua Pengarah Kesihatan, Dr Noor Hisham Abdullah berkata, sembilan lagi berkaitan komuniti, dua membabitkan kumpulan berisiko tinggi dan satu kluster pusat tahanan.
Katanya, kluster itu dikesan di Johor, Melaka, Selangor, Kuala Lumpur, Perak, Pulau Pinang, Perlis, Kelantan, Terengganu, Pahang, Sabah dan Sarawak.
Beliau berkata, masing-masing tujuh kluster baharu dikesan di Kelantan dan Selangor, enam di Pulau Pinang serta lima di Johor.

Perincian kluster seperti berikut:
- Kluster Tapak Bina Bukit Mahkota (Hulu Langat) dengan 122 kes.
- Kluster Tapak Bina Jalan Lapan Olak Lempit (Kuala Langat dan Klang) dengan 58 kes.
- Kluster Industri Jalan P/2A (Hulu Langat) dengan 53 kes.
- Kluster Industri Jalan Puchong Kajang (Sepang dan Petaling) dengan 33 kes.
- Kluster Tapak Bina Jalan Tampin (Klang) dengan 19 kes.
- Kluster Industri Meranti Permai Satu (Sepang, Petaling dan Hulu Langat) dengan 10 kes.
- Kluster Jalan Industri Bukit Panchor (Seberang Perai Selatan) dengan 81 kes.
- Kluster Tapak Bina Persiaran Cassia Selatan Tiga (Seberang Perai Selatan) dengan 31 kes.
- Kluster Tingkat Perusahaan 4B (Seberang Perai Tengah) dengan 30 kes.
- Kluster Persiaran Bayan Lepas (Barat Daya, Timur Laut dan Seberang Perai Tengah) dengan 27 kes.
- Kluster Lorong Perusahaan Maju 11 (Seberang Perai Tengah) dengan 18 kes.
- Kluster Industri Jalan Bukit Tambun (Seberang Perai Tengah) dengan 13 kes.
- Kluster Industri Jalan 5A/44 Kemumin (Kota Bharu) dengan 14 kes.
- Kluster Jalan Doktor Kota Bharu (Kota Bharu) dengan 10 kes.
- Kluster Batu Empat Jalan Kuala Krai (Kota Bharu) dengan sembilan kes.
- Kluster Tapak Bina Persisiran Sutera (Johor Bahru) dengan 82 kes.
- Kluster Jalan Hasil Dua (Johor Bahru) dengan 12 kes.
- Kluster Jalan Kempas Dua Desaru (Kota Tinggi) dengan 11 kes.
- Kluster Industri Sawit Jalan Rim (Jasin) dengan 38 kes.
- Kluster Jalan Perindustrian Rembia Satu (Alor Gajah) dengan 30 kes.
- Kluster Sungai Pin 3 (Kinabatangan) dengan 55 kes.
- Kluster Simpang Tiga Rungkup (Hilir Perak) dengan 30 kes.
- Kluster Kampung Palas Merah (Tumpat) dengan 13 kes.
- Kluster Kampung Bechak Mulong (Kota Bharu) dengan 13 kes.
- Kluster Kampung Padang Dalam Kedai Lalat (Kota Bharu) dengan 13 kes.
- Kluster Kampung Binjal Bunut Susu (Pasir Mas) dengan 10 kes.
- Kluster Kampung Masai Asal (Johor Bahru) dengan 60 kes.
- Kluster Kampung Jawa Kota Tinggi (Kota Tinggi) dengan tujuh kes.
- Kluster Desa Kenanga (Rompin) dengan 14 kes.
- Kluster Nanga Pelugau (Selangau) dengan 24 kes.
- Kluster Kampung Rhu Muda (Marang) dengan 62 kes.
- Kluster Jalan Syers (Kepong) dengan 27 kes.
- Kluster Lorong Haji Mughni (Klang) dengan lapan kes.
- Kluster Tembok Kok Klang (Kangar) dengan 100 kes.
Hisham berkata, sebanyak 4,506 kluster dikesan di seluruh negara setakat ini, dengan 1,446 daripadanya kluster aktif dan 3,060 kluster lagi sudah tamat.